Make your own free website on Tripod.com

Karakter Dasar Manusia Juz 21

Khalifah Edisi 25/Tahun I/2005

 


Seperti biasa, langkah pertama yang dilakukan untuk mengurai karakter manusia berdasarkan Al Qur’an adalah dengan mensubtitusikan angka juz ke dalam urutan surah Al Qur’an. Surah yang ke 21 adalah surah Al Anbiya' yang berarti para nabi.

 

Sebagaimana para Nabi, orang yang membawa karakter juz 21 dibekali kemampuan untuk memimpin komunitasnya, atau setidaknya kata-katanya selalu menjadi acuan dan patokan untuk menuntun ke tujuan yang hendak dicapai.

 

Selain itu, orang yang membawa karakter juz 21 juga sering diliputi rasa gamang atau keragu-raguan dalam memutuskan sesuatu. Kata-katanya mudah berubah rubah. Bisa dipastikan, Dampaknya secara langsung dirasakan oleh orang-orang yang dipimpinnya, karena mereka mengacu dan berpegang pada apa yang telah dikatakan dan diputuskannya.

 

Namun, kewajiban para Nabi hanya menyampaikan risalah (misi, tugas) yang diembankan kepadanya, selebihnya mereka serahkan sepenuhnya kepada Dzat yang mengutusnya Allah SWT.

 

Tidak jauh beda dengan orang yang berjuz 21, ia bisa bersikap tidak peduli kepada lingkungannya ketika ia merasa sudah melakukan sesuatu yang menurutnya harus dilakukan. Atau boleh dikatakan demi menjaga "kepentingannya", ia tega dan acuh tak acuh terhadap segala sesuatu yang terjadi di sekelilingnya.

 

Di sisi lain, jika masalah yang sangat pelik menerpanya, ia bisa goyah secara mental atau mudah stress. Ia butuh seseorang yang bersedia mendengar keluh kesahnya atau tempat curhat.

 

Layaknya para Nabi, ketika kaumnya mendustakannya, ia akan mengadukan hal tersebut kepada kekasihnya, tak lain Allah SWT.

 

Pada Juz 21, terdapat 5 surah, yaitu surah ke 29 yaitu Al Ankabut yang artinya laba-laba, dari ayat 45 sampai 69. Maknanya, laba-laba merupakan binatang yang lebih dikenal dengan jaring-jaringnya.

 

Setelah memasangnya, selanjutnya ia cenderung menunggu sampai ada binatang yang terjerat di dalamnya. Artinya orang yang berjuz 21 sabar menunggu peluang-peluang yang menguntungkannya. Ia begitu optimis bahwa peluang akan menghampirinya.

 

Jumlah ayat dari surah Al Ankabut yang terdapat pada juz 21 adalah 25 yang merujuk pada surah Al Furqan dalam urutan surah Al Qur’an.

 

Dalam melihat sebuah permasalahan, orang yang berjuz 21 terkesan agak kaku, sebab yang tergambar dipikirannya adalah salah dan benar, hitam dan putih. Ia juga tipe orang yang terbiasa fokus pada suatu permasalahan, artinya konsentrasinya mudah buyar jika harus mencampuradukkan berbagai masalah.

 

Sarang laba-laba bisa ada dimana saja, namun kadang kala kita tidak menemukan laba-laba tersebut. Artinya, seorang juz 21 mudah bosan dengan rutinitas yang itu-itu saja. Ia akan meninggalkan begitu saja sesuatu yang sudah tidak menguntungkan baginya. Ia mudah membuat jaringan, namun sering kali menelantarkan jaringan yang sudah dibuatnya.

 

Setelah surah Al Ankabut adalah surah ke 30 yaitu Ar Ruum yang berarti bangsa romawi. Sejarah menceritakan bahwa bangsa romawi adalah sebuah bangsa besar dan adidaya, waktu itu tak satupun negara di dunia ini yang sanggup mengalahkannya. Ar Ruum merupakan surah penuh, artinya tidak terpisah atau berbagi dengan juz sebelumnya atau sesudahnya.

 

Ia adalah tipe orang yang sulit untuk mengalah dalam segala hal. Entahlah, ada sesuatu dalam dirinya yang membuatnya susah menerima jika ada orang lain berada di atasnya, ia harus beda dan selalu di atas.. Hal ini terjadi bila Ar Ruum dalam dirinya menonjol atau dominan. Dengan ungkapan lain, egoisitasnya tinggi.

 

Total ayat surah Ar Ruum pada juz 21 berjumlah 60 ayat, dari ayat 1 sampai 60. Kalau kita konversikan angka 60 dalam urutan surah maka kita akan mendapatkan surah Al Mumtahanah yang berarti perempuan yang diuji. Maknanya adalah dikala berbicara dengan orang lain, orang yang berjuz 21 kelihatan seperti menguji, padahal tidak ada maksud sedikitpun dari dirinya untuk berbuat demikian.

 

Bila kita cermati, kedua surah tersebut sangatlah berhubungan. Bangsa Romawi adalah bangsa yang tidak mudah dikalahkan. Namun, sejarah mencatat bahwa mereka kalah oleh seorang perempuan, yaitu Cleopatra.

 

Dalam kehidupan seorang juz 21 akan selalu mendapatkan ujian dari wanita (Al Mumtahanah). Ia mudah larut oleh bujuk rayu wanita. Namun, bila ia sudah mencintai seorang wanita, apapun akan dia berikan untuk membahagiakan wanita pujaannya dan menjaganya.

 

Surah berikutnya adalah Luqman yang berarti luqman, salah seorang hamba Allah swt yang terkenal bijak bestari. Maknanya orang yang berjuz 21 bisa bersikap bijak dalam menyikapi berbagai permasalahan yang dihadapinya. Sebuah hal yang kontradiktif bila dibandingkan dengan uraian surah Ar Ruum di atas.

 

Nah, justru inilah yang menarik pada diri orang yang berjuz 21, ada dua kutub yang terlihat sekilas berlawanan, namun kalau kita amati lebih jauh, kita akan menemukan hikmah di baliknya, yaitu keadilan dan kemahakuasaan Allah SWT dalam menciptakan manusia.

 

Jika Allah SWT menciptakan makhluk yang diklaimNya sebagai "Yang paling bagus bentuknya", mempunyai kelebihan, maka di sisi lain, Dia sertakan pula kekurangannya, agar seimbang.

 

Selain itu, terbukti bahwa urutan surah-surah Al Qur’an adalah Tauqify yaitu ketetapan dari Nabi SAW dan tidak sembarangan. Bisa kita bayangkan jika salah satu surat yang ada di juz 21 terletak di juz berikutnya 22, maka bisa dipastikan tidak akan didapatkan uraian di atas.

 

Surah ke 31 yaitu Luqman dimulai dari ayat 1 sampai 34, jadi totalnya 34. Angka 34 mengingatkan kita pada surah Saba yang berarti kaum yang mencari. Seperti karakter juz sebelumnya 20, orang yang berjuz 21 juga jeli melihat peluang-peluang yang menguntungkannya.

 

Selanjutnya Surah ke 32 yaitu As Sajdah yang artinya sujud atau batasan. Inilah yang harus disadari dan dimengerti oleh orang yang membawa karakter juz 21, dikala Ar Ruum dominan pada dirinya, ia seringkali terlena dan lupa bahwa manusia diciptakan Allah SWT serba terbatas.

 

Kenapa As Sajadah dihubungkan dengan Ar Ruum, karena total ayat surah As Sajdah berjumlah 30 ayat yang merujuk pada surah Ar Rum.

 

Karena pengaruh surah As Sajdah inilah kadang kala ia merasa kemampuan yang dimiliknya terbatas atau tidak percaya diri. Atau ia paling tidak suka dibatasi gerak-geriknya, pasalnya ia termasuk orang yang menyukai kebebasan.

 

Surah yang terakhir adalah Al Ahzab yang artinya golongan yang bersekutu. Maknanya orang yang berjuz 21 adalah tipe orang yang jika mempunyai masalah justru mencari dan terjun dalam keramaian. Ia memerlukan partner atau teman untuk melakukan dan mewujudkan idenya. Dari sini bisa diketahui, orang bahwa ia juga mempunyai sifat tidak percaya diri.

 

Ayat Al Ahzab yang terdapat pada juz 21 juga berjumlah 30 ayat. Ini membuktikan bahwa jika orang yang berjuz 21 bisa melibatkan dan merangkul banyak pihak (Al Ankabut, jaringan), maka Ar Rum bisa berbalik menjadi positif. Karena, seberat apapun sebuah pekerjaan, jika dilakukan bersama-sama akan menjadi ringan. Ia juga suka berkelompok atau membentuk sebuah organisasi .

 

Berdasarkan Tanda 'Ain

 

'Ain 1

Angkanya adalah 1 (otak, kepala), 7 (paruparu), 5 (tangan, penanganan). Kombinasi ketiga angka tersebut merepresentasikan bahwa orang yang membawa karakter juz 21 bukan tipe orang yang hanya bisa bicara saja. Ia berusaha mengaplikasikan apa yang ada dipikirannya, namun memang prosesnya memakan waktu yang cukup lama, karena ada unsur 7 diantara 1 dan 5.

 

Selain itu, ia juga selalu mengacu pada aturan yang berlaku dilingkungannya, karena 'ain 1 bertalian dengan 'ain 20 yang berarti aturan main. Namun, itu semua tergantung pada minatnya (ain 39). Dengan kata lain, ia mau melakukan sesuatu jika sesuai dengan keinginannya.

 

'Ain 2

Angkanya adalah 2 (mata, pengamatan), 12 (ambisi, motivasi), 6 (sendi, syaraf). Orang yang berjuz 21 memang dibekali kemampuan untuk bisa mengamati sesuatu dengan baik, analisisnya lumayan tajam.

 

Sayangnya, seringkali ia tidak yakin dengan hasil analisisnya sendiri sehingga membuatnya ragu dalam mengambil sikap. Hal ini wajar terjadi pada dirinya karena 'ain 2 dalam teori putaran 'ain (lihat daftar 'ain) bertemu dengan 'ain 21 yang berarti pemikiran ulang.

 

Karena sikapnya yang ragu dan mudah berubah dalam membuat keputusan tersebut, jika ia menjadi seorang pemimpin, akan berdampak kurang baik kepada orangorang yang dipimpinnya. Bisa dipastikan orang yang berada di bawahnya akan kebingunan dan kelabakan mengikuti pola kepemimpinannya.

 

'Ain 3

Angkanya adalah 3 (THT), 6 (sendi, hukum), 7 (udara). Ketika berbicara, orang yang berjuz 21 selalu mengacu pada aturan yang berlaku. Setidaknya, dalam hal retorika ia mempunyai kelebihan, namun adakalanya ia terlalu banyak bicara.

 

Keterkaitan 'ain 3 dengan 'ain 22 dalam putaran 'ain membuktikan bahwa apa yang dibicarakan olehnya dilandasi oleh tujuan dan target tertentu. Boleh dibilang, ketika ia berbicara berarti ia mempunyai kepentingan terhadap masalah tersebut.

 

‘Ain 4

Angkanya adalah 4 (tulang, rangka), 10 (perut, pencernaan),1 (otak, kepala). Orang yang membawa karakter juz 21 tidak mengalami hambatan jika dituntut untuk merumuskan sesuatu yang ada dalam pikirannya.

 

‘Ain 5

Angkanya adalah 5 (tangan, penanganan), 9 (hati, nurani) , 2 (mata, pengamatan). Ia adalah tipe orang yang tidak akan bergerak jika hatinya tidak tersentuh. Tetapi tidak mudah untuk membuatnya tersentuh, karena harus melalui perjalanan analisis yang panjang.

 

Ketika sedang melakukan sesuatu, seringkali ia dipertemukan dengan ide atau gagasan baru, karena ia memang jeli dalam melihat kaitan antar masalah. Hal ini bisa dimaklumi karena 'ain 5 bertemu dengan `ain 24.

 

‘Ain 6

Angkanya adalah 6 (saraf, sendi), 8 (darah, jantung), 3 (THT). Dari ketiga angka tersebut bisa disimpulkan bahwa orang yang berjuz 21 adalah sosok yang normatif. Ia juga berusaha agar norma diberlakukan pada lingkungannya ‘ain 25 .

 

Apabila 21 dipampatkan, hasilnya adalah 3 (2 + 1). 'Ain ke-3 adalah THT. Artinya, ia bisa menjadi seorang yang terlalu banyak bicara. Atau seperti pepatah "Tong kosong nyaring bunyinya".

 

Berdasarkan Halaman

 

Taktis

Taktis, dapat diketahui dengan menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 1 sampai 6. Totalnya 72 ayat yang merujuk pada surat Al Jin dalam urutan surah Al Qur’an. Al Jin adalah salah satu makhluk Allah SWT yang tersembunyi atau tidak bisa dilihat oleh mata manusia.

 

Maknanya orang yang berjuz 21 cenderung gandrung terhadap sesuatu yang sifatnya mistis atau supranatural. Atau bisa pula dikatakan untuk bisa membuatnya sadar, ia harus melihat atau mengalami sesuatu yang sifatnya supranatural.

 

Kehadiran jin tidak dapat kita lihat dengan mata biasa. Oleh karena itu kadang kala kehadiran seorang juz 21 sering diabaikan. Hal lnilah yang membuatnya merasa disepelekan.

 

Negatif/Positif

Negatif/ positif dipahami dari menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 7 sampai 13 yang berjumlah 78 ayat. Selanjutnya kita konfersikan ke urutan surah Al Qur’an, yaitu An Naba', artinya berita besar.

 

Demikian pula dengan orang yang berjuz 21, sesuatu yang kecil, dalam pandangannya adalah sebaliknya besar. Bisa juga berarti ia pandai mendramatisir sesuatu. Ia mudah terpancing dan terpengaruh oleh sesuatu berita yang belum tentu kebenarannya.

 

Jalan Keluar

Jalan keluar, didapat dari menjumlah totalkan ayat yang terdapat dari halaman 14 sampai 15, yaitu 19 ayat. Surah yang ke 19 adalah Maryam. Ini merupakan isyarat bagi orang yang berjuz 21, dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya, sebaiknya ia dapat dengan bijak membedakan mana masalah yang ia harus melibatkan perasaannya dan tidak, sebagaimana Maryam dulu menyelesaikan masalahnya.

 

Dasar

Dasar, adalah jumlah ayat yang terdapat pada halaman terakhir juz 21 yaitu 10 ayat. Surah Yunus merupakan surah yang ke 10 yang berarti Nabi Yunus atau simbol air.

 

Pada dasarnya, orang yang berjuz 21 fleksibel dan bisa bergaul dengan siapa saja. Ia tidak mengalami hambatan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya.

 

Kelemahan Fisik

Kelemahan fisik orang yang membawa karakter juz 21 terletak pada mata, kepala, dan jantung (darah). Artinya ketika perasaan lagi labil, organ tubuh pertama yang terkena gangguan adalah kepala. Selain itu, organ tubuh yang rentan terkena gangguan kesehatan adalah usus besar.

 

Kesimpulan

 

Kekurangan

Suka mendramatisir sesuatu, peragu dan plin plan sehingga terkesan tidak tegas, cepat jenuh, banyak omong, sering menelantarkan jaringan, tidak gampang mengalah dan ingin menang sendiri,  temperamental, arogan dan egois.

 

Kelebihan

Analisis tajam, bijak, gemar berpikir, mudah bergaul dan supel, sabar menunggu dan jell menangkap peluang yang menguntungkan, mobilitas tinggi, pandai berargumentasi.

 


Back To Index