Make your own free website on Tripod.com

Karakter Dasar manusia Juz 25

Khalifah Edisi 29/Tahun II/2006

 

Juz 25, dalam abjad hijaiyyah dilambangkan dengan huruf Nun. Menariknya, hampir setiap ayat dalam Al Quran terdapat Nun mati, baik asli maupun nisbi. Yang dimaksud asli jika benar-benar terdapat huruf Nun disukun. Sedangkan Nun mati nisby adalah huruf-huruf hijaiyyah yang ditanwin sehingga ketika dibunyikan atau dilafalkan terkandung huruf nun mati misalnya ban, bin, bun.

 

Wajarlah, dalam ilmu tajwid, hukum bacaan yang menempati pembahasan yang pertama adalah hukum nun mati dan tanwin karena banyaknya kasus bacaan tersebut pada ayat Al Quran dan merupakan dasar atau titik tolak pengembangan hukum bacaan yang lain. Maknanya, orang yang membawa karakter juz 25, dibekali kelebihan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya secara cepat. Ia dapat bergaul dengan siapapun dan dimanapun tanpa melihat Ras dan status sosial.

 

Dengan mudah, ia bisa menyembunyikan identitas bahkan mematikan rasa keakuan terhadap dirinya bak bunglon, sehingga ia tidak mengalami hambatan yang berarti untuk mulai berinteraksi dan bersosialisasi dengan lingkungan barunya. Selain itu, dalam arti 'ain, 'ain ke-25 (nun) memiliki arti lingkungan. Negatifnya, bila seorang juz 25 sudah "mematikan" diri dan lingkungannya, ia akan menjadi seorang yang sangat pasif dan malas untuk melakukan sesuatu perubahan. Ia merasa cukup dengan apa yang dimilikinya sekarang.

 

Selanjutnya, kita membahas tentang surah-surah yang terdapat pada juz 25. Terdapat 5 surah yang mengisi juz 25. Juz 25 diawali surah QS. Fusshilat (41): 47-54. Surah Fusshilat merupakan bentuk mabni majhul (pasif) dari kata Fasshala-yufasshilu-tafshiilan yang berbentuk mabni ma'lum (aktif), berarti memerinci atau menjelaskan secara detail. Kemudian kata Fasshala (bentuk madhi atau lampau) dirubah bentuk pasif menjadi fusshila. Karena menyesuaikan Naibul Fa'il (pengganti subjek) yaitu kata ayaatuhu dalam QS. Fusshilat (41) : 3, maka fusshila menjadi fusshilat karena kata ayaatuhu berbentuk jama' muannast (plural feminin).

 

Oleh karena itu, surah Fusshila tidak bisa menerima kata sandang (huruf alif dan lam atau Al) di depannya karena fusshilat adalah kata kerja dan bukan kata benda, tidak seperti nama-nama surah Al Quran yang lain dimana selalu diawali dengan huruf Al, seperti Al Kautsar, Al Kafiruun dan lain-lain.

 

Sesuai dengan makna surah Fusshilat, orang yang membawa karakter juz 25 tidak mudah menerima sesuatu atau pendapat dari orang lain. Pengaruh huruf yang menjadi awal juz yaitu Alif (otak), membuat ia lebih memakai pendekatan logika dalam memahami sesuatu. Namun yang harus disadari olehnya, bahwa tidak semua bisa dipahami dengan memakai pendekatan akal.

 

Pengaruh huruf ini juga yang membuat orang juz 25 terkadang muncul "keakuannya" atau egois. Pendapat atau opininya harus bisa diterima oleh orang lain.

 

Masih dari pengaruh surah fusshilat, orang yang berjuz 25 terkesan ngeyel. Hal ini bisa dimaklumi, karena dalam menerima. informasi atau akan melakukan sesuatu, semuanya harus jelas dan detail terlebih dahulu. Jangan heran, jika ia bersikap proaktif atau sebaliknya tidak merespon karena menurutnya sesuatu yang disampaikan tidak jelas. Total ayat Fusshilat yang ada di juz 25 yaitu 8 ayat. Lalu angka 8 kita subtitusikan kedalam urutan surah Al Quran, maka kita akan mendapatkan surah Al Anfal yang berarti rampasan perang.

 

Surah inilah yang membuat orang yang berjuz 25 pantang menyerah dalam mempertahankan penda-patnya. Boleh dibilang, rasa keingintahuan-nya besar, sehingga ia akan mengejar siapapun dan dimanapun berada yang sekiranya dapat memberikan informasi kepadanya secara detail. Sebenarnya, orang yang berjuz 25 tipe orang yang kompromitif. Menurutnya segala sesuatu bisa dibicarakan dan diselesaikan dengan jalan musyawarah. Dengan kata lain, ia piawai dalam hal bernegosiasi. Tak lain, karena surah As Syuura (42) secara penuh berada pada juz 25.

 

Ayat surah As Syuura berjumlah 53 ayat, dimulai dari ayat 1 sampai 53. Kemudian 53 kita konversikan ke urutan surah Al Quran, yaitu surah An Najm yang artinya bintang. Kita tahu, Bintang adalah benda langit yang selalu identik dengan "kecil"nya, karena ia terletak jauh nun disana, sekalipun aslinya sangat besar. Dari hal itu, kadang kala orang menganggap remeh. Padahal disitulah ia berstrategi untuk melihatkan bahwa ia memiliki kemampuan besar dalam dirinya.

 

Surah berikutnya Az Zukhruf (43) yang berarti barang perhiasan (mewah). Surah ini juga merupakan sebuah indikasi bahwa orang yang membawa karakter juz 25 menyukai segala sesuatu yang gemerlap atau mewah. Bahkan, untuk urusan yang satu ini, ia bisa merelakan sesuatu yang bersifat primer untuk mendapatkan sesuatu yang lain yang bersifat sekunder dan tersier. Ada semacam kekuatan atau daya tarik dalam dirinya sehingga jika melihat sesuatu yang dianggapnya berharga, ia terpikat untuk memilikinya. Jika sesuatu itu ada di tangan orang lain, maka ia pun akan berusaha memiliki yang sama.

 

Di sisi lain, barang perhiasan merupakan bentuk karya seni. Artinya darah seni mengalir dalam dirinya. Ia menyukai semua yang indah dan mengandung unsur estetika. Unsur seni yang ada dalam dirinya dapat ia wujudkan dan salurkan dalam membuat berbagai karya seni. Dengan ungkapan lain, jika unsur seni (pengaruh dari Az Zukhruf) dalam dirinya menonjol, apa yang ia ucapkan dan perbuat tersirat banyak unsur seni yang tampak indah di mata orang lain.

 

Surah Az Zukhruf juga merupakan surah penuh di juz 25, yaitu dari ayat 1 sampai 89, jadi total 89 ayat. Surah ke 89 adalah Al Fajr yang berarti fajar. Sayangnya, begitu orang yang berjuz 25 memiliki sesuatu yang berharga yang mungkin didapatkannya dengan susah payah, ia begitu mudah bosan untuk berniat memiliki sesuatu yang mungkin lebih bagus dan baru.

 

Setelah surah Az Zukhruf, selanjutnya surah Ad Dukhan (44) yang berarti kabut. Kabut mempunyai sifat mengaburkan atau menghalangi penglihatan terhadap suatu objek tertentu. Hubungannya dengan karakter juz 25, ia kerap mengalami semacam kegamangan dalam dirinya, ibarat perahu yang terombang-ambingkan oleh ombak sehingga berjalan tak tentu arah.

 

Dalam kondisi ini, secara psikologis, ia rentan terkena depresi kejiwaan. Oleh karena itu, ia harus mempunyai pegangan yang salah satunya bisa berupa target tertentu. Setidaknya, ia harus mempunyai perencanaan ke depan apa yang seharusnya ia lakukan. Jika surah Ad Dukhan menonjol pada dirinya, ia bisa menjadi seorang yang penurut dan mengikuti apapun kata orang yang dianggapnya lebih tinggi kapasitasnya dari dirinya.

 

Hal itu bukan tanpa alasan, karena di juz 25 terdapat surah Al Jatsiyah (45), yang artinya orang yang bertekuk lutut. Al Jatsiyah juga merupakan surah penuh dan tidak terpisah oleh juz setelahnya. Jumlah ayat Al Jatsiyah yaitu 89, dari ayat 1 sampai 37. Surah ke 37 adalah As Shaaffat yang berarti malaikat yang bershaf-shaf. Ia tipe orang yang taat pada aturan seperti halnya malaikat yang selalu patuh kepada Allah swt terhadap titah apapun yang diembankan kepada mereka.

 

Unsur As Shaffat dalam diri seorang yang berjuz 25 juga mempengaruhinya dalam berpikir dan berbuat. Dalam berpikir, ia bisa sistematis dan runtut, begitu pula dalam melakukan sesuatu serba teratur. la memang berbakat untuk menangani sesuatu yang berhubungan dengan administrasi.

 

Berdasarkan Tanda 'Ain

ĎAin 1

Angkanya adalah 1 (otak), 10 (pencernaan), 6 (sendi, hukum). Dari kombinasi ketiga angka tersebut, orang yang membawa karakter juz 25 mempunyai daya nalar dan cerna yang baik. Ia mempunyai cara berpikir sendiri yang tak jarang berbeda dengan orang lain. Ia juga selalu memikirkan dengan baik apa yang akan dilakukannya, namun terkadang terlalu banyak berpikir sehingga lambat dalam memutuskan sesuatu. Hal ini bisa dimaklumi, karena ĎAin 1 masih bertalian dengan ĎAin 21 yang berarti pemikiran ulang.

 

ĎAin 2

Angkanya adalah 2 (mata, pengamatan), 9 (hati), 1 (otak). Perpaduan ketiga angka tersebut membuat orang yang berjuz 25 mempunyai daya analisis yang tajam. Dari hubungan ĎAin 2 dengan ĎAin 22 terkadang membuat ia malas berpikir tentang sesuatu jika menurutnya tidak menarik atau bisa memberikan benefit (masukan) positif untuknya.

 

ĎAin 3

Angkanya adalah 3 (THT), 10 (perut), 2 (mata). Meleburnya ĎAin 3 dan 2 merupakan sesuatu yang jarang terjadi pada juz yang lain. Orang yang berjuz 25 dapat menyampaikan dengan baik apa yang ada dipikirannya. Yang banyak terjadi justru sebaliknya.

 

Ia juga mempunyai sisi humanisme atau kemanusian yang tinggi. Artinya kepedulian terhadap lingkungannya menonjol pada dirinya. Dorongan untuk merubah sesuatu yang menurutnya tidak selayaknya terjadi pada lingkungannya begitu kuat. Jika ĎAin ini tidak dominan, maka yang terjadi adalah sebaliknya, ia akan bicara seenak perutnya dan tidak peduli apakah menyinggung perasaan orang yang diajak bicara.

 

ĎAin 4

Angkanya adalah 4 (tulang, rangka), 10 (perut, pencernaan), 3 (THT). Dari perkawinan ketiga angka tersebut semakin jelas bahwa orang yang berjuz 25 dapat mengungkapkan sesuatu secara sistematis. Ia juga terbiasa melakukan sesuatu dengan menggunakan sebuah perencanaan.

Dalam mengungkapkan sesuatu pun, ia tidak pernah terlepas dari kaitan dengan permasalahan yang lain. Artinya, sulit baginya untuk membicarakan sesuatu tanpa terkait dengan masalah yang lain. Bisa dikatakan pembicaraannya akan melebar, karena ĎAin 4 berhubungan dengan ĎAin 24.

 

ĎAin 5

Angkanya adalah 5 (tangan), 14 (rencana, langkah awal), 4 (tulang). Dari unifikasi tiga angka tersebut semakin jelas bahwa orang yang berjuz 25 tidak bisa melakukan sesuatu secara serampangan.

Secara naluriah, ia juga "tersentuh" untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk lingkungannya. Namun, jika ĎAin ini tidak dominan, ia akan berbalik menjadi orang yang pasif. Bisa dikatakan, ia cuek atau tidak peduli dengan lingkungannya dan cenderung bersikap individualis. Hal ini bisa ditengarahi sebab ĎAin 25 yang berarti lingkungan bertemu dengan ĎAin 5 dalam putaran ĎAin.

 

Berdasarkan Halaman Taktis

 

Taktis, dapat dipahami dengan menjumlahkan ayat yang terdapat dari halaman 1 sampai 6 yaitu berjumlah 64 ayat. Selanjutnya angka 64 dikonversi kedalam urutan surah Al Quran. Surah ke 64 At Taghabun yang berarti hari ditampakkan kesalahan-kesalahan. Orang yang membawa karakter juz 25 pandai berkelit jika membuat kesalahan dan cenderung menghindar untuk menutupi kesalahan yang telah ia perbuat. Nah, cara menghadapinya, kita harus membawa bukti kalau ia telah membuat kesalahan agar ia tidak berkutik.

 

Negatif/positif

Negatif/positif, bisa ditengarahi dari menjumlahkan ayat yang terdapat dari halaman 7 sampai 13 yaitu berjumlah 29 yang merujuk surah Al-Ankabut yang berarti laba-laba. Maknanya, orang yang berjuz 25 mempunyai keahlian dalam hal bernegosiasi. Wajar, jika akhirnya ia mempunyai banyak relasi atau jaringan.

Negatifnya, dalam hal merawat jaringan, ia tidak sepandai ketika menjalin atau membuatnya. Ia malas dan cenderung menunggu kesempatan baik yang suatu saat bisa datang menghampirinya dan meninggalkannya.

 

Jalan Keluar

Jalan Keluar, bisa diketahui dengan menjumlahkan ayat yang terdapat dari halaman 14 sampai 15 yang berjumlah 28. Surah ke 28 Al Qashsas yang berarti cerita-cerita. Seperti telah dijelaskan di atas, orang yang berjuz 25 pandai berkelit ketika ia membuat kesalahan. Begitu pula jika sebuah pekerjaan tidak menarik minatnya atau tidak jelas baginya maka ia akan lebih banyak bicara dari pada bekerja.

 

Dasar

Dasar, merupakan jumlah ayat yang terdapat pada halaman 16 yaitu 14 ayat. Surah ke 14 Ibrahim. Dalam metode struktur Al Quran, Ibrahim disimbolkan sebagai gunung berapi. Maknanya, orang yang berjuz 25 emosional dan mudah terpancing suasana. Ketika emosinya sudah terpancing, maka bicaranya akan meledak-ledak tak ubahnya gunung berapi yang meletus.

 

Selain itu, Ibrahim juga simbol dari keteguhan memegang pendapat dan sikap. Selam pendapat yang ia pegang benar tidak masalah. Namun, jika tidak benar, maka akan menjadi boomerang baginya.

 

Kelemahan Fisik

Kelemahan fisik orang yang membawa karakter juz 25 terletak pada organ mata, tangan dan paru-paru atau system respirasi (pernafasan). Selain itu, organ lain yang rentan terkena gangguan kesehatan adalah tulang atau rangka.

Osteoporosis merupakan penyakit yang harus ia waspadai. THT juga organ yang rentan terkena gangguan penyakit sehingga sakit gigi, gangguan pendengaran, sakit tenggorokan, panas dalam seperti teman yang setiap saat bisa datang menghampirinya.

 

Kekurangan

Egois, Pandai berkelit dari kesalahan, individualis, emosional dan mudah terpancing suasana, menyukai sesuatu yang glamour atau wah,

 

Kelebihan

Tidak mudah percaya omongan orang, Kepedulian sosial tinggi dan selalu ingin berbuat yang positif untuk lingkungannya, analisis lumayan tajam, dialogis dan komunikatif, penurut dan tact aturan.

 

Back To Index